English, Football

A quick look at Go-Jek Traveloka Liga 1

Persib Bandung's stars Raphael Maitimo, Carlton Cole and Michael Essien during a training. Photo: Persib Bandung
Persib’s stars Maitimo, Cole and Essien during a training. Photo courtesy of Persib

The new football season sets to commence this month with 18 clubs participating in the top tier league dubbed ‘Go-Jek Traveloka Liga 1’ – a less-catchy name comparing to what we had in the past like Liga Bank Mandiri or Djarum Indonesia Super League.

The new league will be handled by new operator, PT Liga Indonesia Baru. Flamboyant figure Iwan Budiyanto, former manager of Persik Kediri and Arema FC, has been appointed as the head of league operator.

Ahead of the league’s kick-off on April 15, Persib made media headlines last week when they signed two former Chelsea players, Michael Essien and Carlton Cole. Two stars were signed as marquee players, referring to professional footballers who played in one of three latest World Cups or for an European top club.

Continue reading “A quick look at Go-Jek Traveloka Liga 1”

Advertisements
Arsenal, English, Football

Arsenal 2014/2015

Until today, Arsenal has signed 4 new players. Alexis Sanchez is the biggest name so far while Bacary Sagna, Lukas Fabianski, and Thomas Eisfeld left Emirates Stadium. The good thing is our boss acts aggressively on transfer market, if we compare with some previous seasons.  Four new signings show the ambitious Wenger.

He signed players necessarily. Let’s look my review for Arsenal 2014/2015: Continue reading “Arsenal 2014/2015”

Bahasa, Football, Story

Saatnya Rakyat Bermain Sepak Bola

Anak-anak bermain sepak bola di kala hujan. Tempo
Anak-anak bermain sepak bola di kala hujan. Tempo

Membincangkan sepak bola selalu tak jauh dari urusan hiburan dan prestasi. Setiap akhir pekan kita ramai membicarakan pertandingan liga eropa. Di saat timnas berjuang meraih gelar, tenaga kita seakan tak pernah habis untuk mendukung. Tapi, kita lupa bahwa hakikat olah raga adalah untuk meningkatkan kebugaran fisik. Pertanyaannya, sudahkah kita bermain sepak bola?

Di era 90-an, senam sempat menjadi olah raga favorit masyarakat luas. Senam SKJ, poco-poco, hingga sajojo dikenal sangat akrab di masyarakat berbagai kalangan. Belakangan, lari dan sepeda adalah dua olah raga yang sangat populer. Hampir semua kota besar mengadakan car free day di minggu pagi untuk memberikan ruang pada publik untuk berolahraga.

Pertanyaan menjadi sangat mudah bila kita bicara soal sepak bola. Apakah selama ini sepak bola adalah olah raga untuk sekedar ditonton, atau juga untuk dimainkan? Continue reading “Saatnya Rakyat Bermain Sepak Bola”

Bahasa, Football

Dari Michael Schumacer Hingga Roy Suryo

Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo. Tempo
Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo. Tempo

Dalam dunia olahraga, lagu kebangsaan bukan perkara sepele. Pengalaman dari berbagai penjuru dunia menunjukan bahwa lagu kebangsaan merupakan representasi atas kecintaan akan bangsa yang melandasi semangat tanding para atlet. Meski begitu, momen menyanyikan lagu kebangsaan tidak selalu mulus. Michael Schumacer hingga Roy Suryo pernah punya masalah dengan lagu kebangsaan.

Pada Oktober 2000, Michael Schumacer pernah menghadapi masalah karena sikapnya ketika lagu kebangsaan Italia dinyanyikan. Mantan presiden Italia Fransisco Cossiga mengkritik sikap tidak hormat Schumacer yang ditunjukan dengan mengayunkan tangan bak konduktor saat lagu kebangsaan Italia dinyanyikan di podium GP Jepang. Schumacer kemudian membela diri dengan menyatakan bahwa dirinya melihat semua orang di bawah podium melakukan hal yang sama. Continue reading “Dari Michael Schumacer Hingga Roy Suryo”

Bahasa, Football

Kemerdekaan ala Pemain Sepak Bola

Agar perayaan HUT Republik Indonesia tidak menjadi sia-sia, kemerdekaan harus dimaknai dengan berbagai sudut pandang, termasuk dari kaca mata pemain sepak bola. Bagaimana kemerdekaan dimaknai dari sudut pandang pemain sepak bola?

Dalam film Garuda di Dadaku (2009), diceritakan Bayu (Emir Mahira) mempunyai cita-cita menjadi pemain sepak bola dan masuk ke tim nasional. Keinginan itu ditentang kakeknya dengan alasan bahwa pemain sepak bola pasti hidup miskin dan tidak punya masa depan. Kisah di film itu rasanya tidak mengada-ada. Tak banyak orang tua rela melepas anaknya memilih sepak bola sebagai pilihan hidup karena alasan sama dengan Kakek Bayu.

Meski sepak bola merupakan olahraga favorit di Indonesia, profesi pemain belum sungguh-sungguh dapat menjamin kesejahteraan seseorang. Setidaknya ada tiga alasan mengapa hal ini terjadi. Continue reading “Kemerdekaan ala Pemain Sepak Bola”

Bahasa, Football

Fair Play Jangan Cuma Menjadi Slogan

Kejadian pemukulan wasit oleh Pieter Romaropen merupakan kejadian yang sungguh membuat kita sebagai publik sepakbola Indonesia malu. Pemandangan seorang wasit bersimbah darah merupakan sesuatu yang tidak pernah kita harapkan. Terlebih, kejadian ini terjadi di sebuah liga profesional kasta tertinggi di Indonesia. Kabar mengenai pemukulan ini bahkan sudah tersebar ke media internasional.

Kejadian tersebut terjadi pada pertandingan Pelita Bandung Raya (PBR) melawan Persiwa (21/4). 10 menit jelang berakhirnya babak kedua, wasit Muhaimin memberikan penalti kepada PBR setelah pelanggaran yang dilakukan pemain Persiwa di kotak penalti. Tidak terima dengan keputusan tersebut, Pieter Romaropen datang menghampiri dan memukul wasit hingga berdarah dan dilarikan ke rumah sakit.

Sebenarnya apa yang salah? Bukankah seharusnya pemain di liga profesional paham betul akan aturan dan etika di atas lapangan? Continue reading “Fair Play Jangan Cuma Menjadi Slogan”